message for your visit

Minggu, 03 Agustus 2008

Cinta



Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.

Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan
apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.

Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana,
cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai
perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.

Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu
objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.

Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu,
raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah
anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.
Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka,
bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu.

Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.

Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.

Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.

Cinta pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan
karena hidup tanpa cinta bagaikan masakan tanpa garam. Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu
sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.

Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu
yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu
sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan
sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Hidup tanpa cinta sepeeti makanan tanpa garam. Oleh karena itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah mendapat cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu. Sesungguhnya cinta itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.

Cintailah orang yang engkau kasihi itu sekedranya, mungkin saja dia akan menjadi orang yang
kau benci pada suatu hari kelak. Juga bencilah terhadap orang yang kamu benci itu sekedarnya,
barangkali dia akan menjadi orang yang engkau kasihi pada suatu hari nanti.

Janganlah kau tangisi perpisahan dan kegagalan bercinta, karena pada hakikatnya jodoh itu bukan ditangan manusia.
Atas kasih sayang Tuhan kau dan dia bertemu, dan atas limpahan kasihNya jua kau dan dia dipisahkan
bersama hikmah yang tersembunyi. Pernahkan kau berfikir kebesaranNya itu ?

Cinta itu tidak menjanjikan sebuah rumah tangga aman damai, tetapi penerimaan dan tanggung jawab
adalah asas utama kebahagiaan rumah tangga. Cinta hanya sebuah keindahan perasaan,
cinta akan bertukar menjadi tanggung jawab apabila terbinanya sebuah rumah tangga.

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu, jangan mengharapkan
balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

Cinta bukanlah dari kata-kata, tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.

Cinta lebih mudah mekar dihati yang sedang dilanda kecewa, cinta seperti ini adalah cinta yang mengharapkan belas kasihan,
oleh karena itu, bila sepi telah punah maka biasanya cinta juga akan turut terbang.

Cinta yang dikaitkan dengan kepentingan pribadi akan berubah menjadi putus asa.

Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan.
Karena tanpa pertemua tidak akan ada perpisahan. Menikahlah dengan orang yang lebih mencintai diri kita
daripada kita mencintai diri orang itu. Itu lebih baik daripada menikahi orang yang kita cintai tetapi tidak menyintai
diri kita karena adalah lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.

Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.

Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan.

Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta.

Kata pujangga ; Cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.

Cinta dimulai dengan senyuman, tuumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.
Mencintai adalah masalah yang penting bagi manusia
Bila kita mampu mengurai cinta,
Maka hakekat cinta akan berubah menjadi sesuatu
Itulah kenyataan cinta ...

Memperlihatkan cinta adalah suatu kepicikan
Dibanding sesuatu yang agung, yang tersembunyi dibalik cinta
Cinta memang tidak mudah untuk dimengerti ...

Seseorang selalu membutuhkan orang lain
Untuk membantu memahami bagian dari diri kita.
Untuk menyingkap bagian yang tersembunyi dari diri mereka.
Dan untuk percaya dan memahami bagian yang terbaik dari mereka

Ketika kita membantu orang lain.
Kita tidak boleh menyembunyikan apa yang kita ketahui tentangnya
Kita tidak boleh hanya menjadi telinga bagi mereka.

Ketika tangan kehidupan terasa gelap dan malam tak bernyanyi
Itu adalah waktu untuk cinta dan kepercayaan
Dan tangan kehidupan akan bersinar dan bernyanyi
Bila seseorang mencintai dan mempercayai seutuhnya.

Kasih ... kekuatan apakah yang menggerakkanku dalam badai
Mengapa aku menjadi lebih baik dan lebih kuat
Serta lebih yakin pada kehidupan saat badai menerjang
Aku tak mengerti dan sekarang aku menjadi lebih mencintai dirimu
Dari apapun yang ada di alam ini.

Sejak pertama kulihat engkau,
Hal yang paling mendalam yang kurasakan adalah
Kejujuran, kecerdasan dan kehangatan dirimu.
Kini, pun sama hanya seribu kali lebih dalam dan lebih lembut.

Aku mencintaimu sebelum kita berdekatan,
Sejak pertama kulihat engkau.
Aku tahu ini adalah takdir.
Kita akan selalu bersama ...
Dan tidak ada yang akan memisahkan kita

Amien ... ... ...

Jumat, 18 Juli 2008

Kungfu Anti Syirik

Baik untuk kesehatan sekaligus bekal berjihad

Kebaikan akan berhadapan dengan kejahatan. Begitulah sunatullahnya. Maka tak heran bila para da'i dan para santri sejak dulu membekali diri dengan kemampuan bela diri. Di kalangan Nahdhatul Ulama (NU), misalnya, dikenal perguruan pencak silat Pagar Nusa. Di Muhammadiyah ada Tapak Suci. Belakangan muncul thifan, bela diri sejenis kungfu.

Rasulullah sendiri, dalam satu riwayat, memang pernah berwasiat agar kaum Mukminin mengajarkan anak-anaknya ketangkasan bertarung dan membela diri seperti bermain pedang, memanah, menunggang kuda serta berenang.

Saat Islam mulai menyebar ke kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Timur, kaum Muslimin di kawasan ini terus memegang wasiat Rasulullah itu, mempelajari beladiri yang sesuai dengan kebiasaan dan keahlian masyarakat setempat.

Di Asia Selatan dan Asia Timur, terutama di kawasan Cina, para da'i mengandalkan beladiri bernama Thifan Po Khan. Sejenis kungfu yang dikombinasi dengan beladiri lainnya serta sudah dibersihkan dari unsur-unsur kesyirikan dan kejahiliyahan. Menurut sesepuh dan perintis kebangkitan thifan di Indonesia, Ustadz Merzedek, diperkirakan thifan lahir pada sekitar tahun 700-an, sejalan dengan perkembangan Islam ke berbagai belahan dunia.



Pukulan Tangan Bangsawan

Dalam bahasa Urwun, Thifan Po Khan memiliki arti pukulan tangan bangsawan. Disebut demikian karena gerakan-gerakan dalam thifan relatif halus dibandingkan beladiri serumpunnya seperti Syufu Taesyu Khan, sehingga beladiri yang halus ini dianggap cocok untuk para bangsawan.

Di negeri Cina, thifan menjadi olah raga beladiri kalangan pesantren-pesantren yang lazim disebut lanah (berasal dari bahasa Arab: lajnah, yang berarti lembaga/panitia/yayasan, red). Layaknya pesantren di sini, yang dipelajari dalam lanah tidak hanya ilmu beladiri, tetapi justru yang utama adalah ilmu-ilmu agama. Kini istilah lanah masih digunakan untuk menyebut sebuah padepokan latihan thifan, meski bukan lagi berupa lembaga pendidikan seperti pesantren.

Agak berbeda dengan olahraga beladiri lain yang telah berkembang di tanah air, di thifan kelompok latihan laki-laki dan perempuan senantiasa dilakukan terpisah (waktu latihan berbeda). Bahkan diusahakan pelatihnya pun yang sejenis. Gerakan-gerakan dan jurus antar dua kelompok ini juga berbeda; untuk kalangan perempuan lebih halus.

Setiap kali latihan harus dimulai dan diakhiri dengan doa pembuka dan penutup majelis. Bahkan untuk lanah-lanah di Jakarta, usai latihan kerap ditambah dengan majelis ilmu berupa pembahasan kitab shirah (sejarah) Nabi dan para sahabat. Mirip halaqah majelis ta'lim.

"Dulu saya sering terserang flu yang kronis, tapi sejak berlatih thifan, alhamdulillah sembuh," tutur Ibtidain Hamzah Kham pelatih senior thifan mencontohkan manfaat berlatif thifan.

Gerakan-gerakan dasar dalam thifan meliputi pukulan, tendangan, sapuan, bantingan, serta elakan. Selain itu juga berlatih koprol dan salto, sebagaimana sering dilihat di film-film laga dari Hongkong. Latihan salto ini sangat diperlukan untuk bertarung, terlebih jika dikeroyok banyak orang.

Yang tak kalah penting adalah latihan pernafasan. Selain untuk kesehatan, latihan ini berguna untuk membangkitkan daht (tenaga dalam) dari tubuh kita, baik berupa daht panas maupun daht dingin. Dengan daht panas, bagian tubuh orang yang terkena akan hangus. Sebaliknya dengan daht dingin, dapat menjalarkan rasa dingin membeku pada bagian tubuh lawan hingga ke pangkal tulang.

Menurut Ibtidain, hanya mereka yang tekun dan rutin berlatih yang dapat cepat menguasai berbagai keunggulan thifan. "Ada dua akhwat murid saya yang sangat tekun dan rajin berlatih, sehingga meski baru sekitar setahun berlatih mereka sudah mampu mengeluarkan daht dalam pukulannya," ungkapnya.

Ibtidain punya kebiasaan unik. Kadang-kadang sengaja naik bus kota yang ditengarai banyak copetnya. Begitu copet beraksi ia pun turut beraksi menghajar si tangan-tangan jahil itu, hingga mereka terkapar.

Sesekali ia pun mengajak para murid senior untuk memerangi penjahat-penjahat jalanan. Cari penyakit? "Oh tidak, ini latihan berjihad melawan kemunkaran," jawab Ibtidain sambil nyengir. Hitung-hitung partisipasi masyarakat membantu polisi mengamankan kota. "Buat apa belajar beladiri jika tidak dimanfaatkan untuk melawan kemungkaran," tambah alumnus Jurusan Syariah LIPIA Jakarta ini.

Selama ini ia sudah sekitar 20 kali bertarung dengan para preman dan penjahat. Debut pertama ia lakukan tahun 1995. Mulanya tidak sengaja, alias kepepet. Waktu itu ia akan dipalak (dimintai uang) empat orang preman, tapi pemuda ini melawan hingga seorang yang terbesar dibantingnya hingga terkapar.

Sejak itulah ia jadi rajin beroperasi memberantas preman dan penjahat, meski harus menghadapi risiko dikeroyok. Di terminal Cirebon ia pernah dikeroyok oleh lebih dari 20 preman setempat. Mulanya ia sempat meng-KO beberapa di antaranya, tapi karena tidak berimbang ia akhirnya memilih kabur. "Untuk menghindari kepungan mereka saya terpaksa lari di atas genteng rumah-rumah orang, seperti ninja saja," kenangnya sambil tersenyum.

Setahun belakangan aktivitas itu ia kurangi. Bukan berhenti, tapi ia hendak mempersiapkan sebuah tim khusus pemberantas kejahatan.

***

Dalam kitab Zho Dam tertulis, thifan merupakan ilmu perkelahian tersendiri dan merupakan pecahan dari ilmu Tae Kumfu (Kungfu Tao). Tae berarti dahsyat, sedangkan Kumfu berasal dari kata kungfu yang dalam bahasa Cina berarti tekun, kebaikan, silat atau tenaga yang terpusat.

Kitab Zho Dam itu merupakan sebuah kitab kuno tentang thifan karya Ahmad Syiharani, seorang pendekar thifan asal Urwun, Cina. Sayangnya tidak tercantum kapan tahun ditulisnya. Hanya diketahui, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu beberapa abad lalu oleh Hang Nandra Abu Bakar, hulu balang Sultan Iskandar Muda di Aceh.

Karena itu, seperti dituturkan Ibtidain, sebenarnya thifan sudah masuk ke Nusantara jauh sebelum beladiri 'impor' lain masuk ke negeri ini, melalui Aceh, saat Serambi Mekah ini dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda pada sekitar tahun 1678. Sumber lain mengatakan, thifan masuk ke tanah Sumatera saat Aceh dipimpin oleh Malik Mudhofar Syah.

Di Aceh thifan sempat menjadi beladiri resmi kerajaan. Kemudian dari ujung Sumatera ini thifan menyebar ke Riau, Malaysia serta Muangthai.

Menurut Merzedek, pada tahun 1960-an thifan sempat ramai digandrungi di kalangan pemuda Islam di kota Bandung. Mereka sangat bersemangat berlatih thifan untuk menghadapi kekuatan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pada waktu itu sedang berjaya berkat dukungan pemerintah Orde Lama pimpinan Soekarno.

Sayangnya, setelah PKI berhasil ditumpas, semangat pemuda Islam mempelajari thifan jadi menurun. "Dengan dilarangnya PKI mungkin mereka merasa musuh yang dihadapi sudah habis ditumpas, sehingga tidak ramai lagi latihannya," ungkap Merzedek kepada Sahid.

Setelah itu banyak kaum Muslimin yang mempelajari berbagai beladiri yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Menyadari hal itu, Merzedek tidak menyerah. Ia mengajak sejumlah rekan dan muridnya untuk kembali menghidupkan thifan di kalangan pemuda Islam.

Alhamdulillah sambutannya positif. "Dengan tifan, kita aman; dapat ilmu beladiri, sementara aqidah tetap terjaga," kata Rizal, salah seorang peserta tifan di lanah Ragunan. Selain alasan itu, menurut para peserta, mereka memilih beladiri ini karena thifan juga dinilai unggul karena gerakannya merupakan kombinasi dari kekuatan, kecepatan dan keindahan.
Sejak 1980-an thifan mulai go public ke luar Bandung, yakni merambah Sukabumi, Cianjur, Cirebon, Tasikmalaya dan Jakarta. Kemudian sejak 1990-an mulai merambah hingga ke Surabaya. Di Jakarta kini ada sekitar 10 pelatih senior yang masing-masing sekitar 3-8 lanah. Total ada sekitar 50 lanah.

Rabu, 16 Juli 2008

Biodata Diri



Nama : Muchtar Bin Muhammad Al-Syathiri
TTL : Loa Janan ,17 April 1982
Suku : Arab-Bugis-Kutai
Status : Masih Jomblo
email : ut4r82@gmail.com
Pekerjaan : Mu'allim
Alamat : Jl.Kenyah No.1 RT.15 Sempaja,Samarinda-Utara 75119
Kalimantan-Timur Indonesia.
HP :081350751734
Shio China:
ANJING (1958, 1970, 1982)

Bioritme kaum Anjing di tahun Anjing ini tidak terlalu buruk. Yang penting bersikap lebih ramah. Bintang keberuntungan tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu, tapi harus lebih waspada, karena ada bentuk pengkhianatan dari teman atau lingkungan dekat yang dapat menimbulkan kerugian nama dan materi. Setiap persoalan sebaiknya diselesaikan dengan tanggungjawab. Konsentrasi dibutuhkan agar jangan mudah terpecah oleh ambisi berlebihan. Untuk mereka yang bershio Anjing kelahiran 1970, setengah tahun di depan, siklus bisa jadi tidak baik.

Keluarga dan keuangan: Tahun ini ada bintang duka (sedih). Bisa jadi, ada sanak yang meninggal, bisa juga ada penipuan yang menyebabkan kerugian materi. Hati-hati terhadap orang bermulut manis.

Percintaan: Ada isu memojokkan. Sebaiknya dicerna dan dibicarakan secara terbuka, sehingga permasalahan menjadi lebih jelas.

Karier: Hati-hati pengkhianatan dari teman sekerja atau isu yang memojokkan. Sebaiknya tidak memandang rendah setiap masalah.

Sabtu, 14 Juni 2008

Senja Di Perjalanan



Terasa sangat letih saat kepulangan gue dari sangata ketika itu sore hari terasa indah sekali maklum baru pertama pulang waktu sore hari gitu:)

Sabtu, 07 Juni 2008

Waktu Di Kampung


Enaknya setelah 3 minggu di negeri orang ku termenung dengan keindahan budaya kami,ada saya disitu lo
:)...

kampungku


di sebuah kampung nan indah di kalimantan timur odahnya

Jumat, 06 Juni 2008


kunjungan di negeri jiran malaysia
Profil Malaysia
Area: 329,758 sq km (127,317 sq miles)
Population: 27.5m (2008)
Capital City: Kuala Lumpur (population: 1.5m); Putrajaya (Administrative Capital)
People: Bumiputra (mostly Malays) (66%), Chinese (25%), Indians (8%), Others (1%)
Languages: Bahasa Malaysia (Malay) is the national language. Other languages include Chinese, Tamil and Iban. English is widely used.
Religions: 55% Muslim, 17% Buddhist, 12% Taoist, 7% Christian, 7% Hindu, 2% Animist/Other
Geography: Malaysia has two geographically distinct areas. 11 of its 13 states are in Peninsular Malaysia, bordering Thailand and Singapore. Sabah and Sarawak, as well as the federal territory of Labuan, form East Malaysia on the north of Borneo, bordering Indonesia and Brunei.
Currency: Ringgit Malaysia (RM)
Major Political Parties: Malaysian political parties are distinguished more by their differing racial compositions than by competing political philosophies. The Government has been dominated since Independence by the Barisan Nasional (BN), a coalition of the United Malays National Organisation (UMNO), Malaysian Chinese Association (MCA), Malaysian Indian Congress (MIC), plus a series of smaller parties (mainly from the East Malaysian states of Sabah and Sarawak and reflecting their complex ethnically mixed populations).
The main opposition parties are the Democratic Action Party (DAP), the Pan-Malaysian Islamic Party (PAS), and Parti Keadilan Rakyat (PKR - People's Justice Party). These three parties formed the loose coalition ‘Pakatan Rakyat’ after the March 2008 elections.
Government: Constitutional Monarchy: the King (Yang di-Pertuan Agong) is drawn on a rotating five-year basis from the Sultans and hereditary rulers of the states of the Malay Peninsula.
Head of State (Agong): HM Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin Ibni Al-Marhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah
Prime Minister: Dato' Seri Abdullah Ahmad Badawi
Foreign Minister: Datuk Seri Dr Rais Yatim
Membership of international groupings/organisations: Malaysia is a member of the Commonwealth, the UN, the Asia-Europe Meeting (ASEM), the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), the Non-Aligned Movement (NAM), Asia Pacific Economic Co-operation (APEC) and the Organisation of Islamic Conference (OIC).

IP Komputer anda

Sign by Danasoft - Myspace Layouts and Signs